Filosofi Sepakbola Terbaik Para Tim Juara yang Menginspirasi

Filosofi Sepakbola Terbaik Para Tim Juara yang Menginspirasi
 
Best Football Philosophy Club. Belanda punya Total Voetball, Brasil bermain dengan Jogo Bonito, Italia memiliki Catenaccio, Spanyol bertiki-taka, lalu apakah filosofi sepakbola Indonesia? Ada yang tahu?



Sepakbola dan gaya bermain adalah dua hal yang saling melengkapi. Tidak hanya mengenai urusan mencetak gol, sebuah tim dibangun untuk meraih kemenangan melalui cara-cara yang mengesankan dan permainan atraktif. Hal ini bisa dicapai jika sebuah tim menanamkan filosofi bermain. Filosofi bermain adalah identitas sebuah tim. Biasanya pelatih mempunyai filosofi sendiri-sendiri dengan memodifikasi filosofi yang sudah ada.
KBBI menyamaartikan filosofi dengan filsafat. Wikipedia mendefenisikan filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan, dan pemikiran manusia secara kritis, dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Jadi filosofi sepakbola merupakan segala studi tentang seluruh fenomena dan pemikirannya secara kritis mengenai sepakbola dan dijabarkannya dalam konsep mendasar. 
Filosofi bermain memiliki beragam bentuk. Yang jelas, ketiga lini dalam sebuah tim yakni lini pertahanan, lini tengah dan lini serang, masing-masing bisa dikembangkan lebih dalam menjadi sebuah filosofi bermain dari tim.
Lini pertahanan misalnya, area ini bisa dikembangkan sebuah tim untuk membangun filosofi bermain yang biasa disebut Parking Bus atau strategi parkir bus. Filosofi ini merupakan strategi menumpuk banyak pemain, 9 hingga 10 pemain di area pertahanan sendiri.
Apa saja filosofi top dalam gaya bermain sepakbola terbaik? Berikut admin merangkum filosofi bermain tersebut seperti dilansir Sepakbola.indosport.com:
1. Tiki-Taka
Tiki-Taka
Fondasi dasar dalam gaya bermain tim nasional Spanyol dan Barcelona ini turut menggiring keduanya mencapai puncak kesuksesan di era sepakbola modern lewat permainan yang sangat indah. Filosofi ini biasa disebut "tiki-taka".
Sepakbola berbasis penguasaan bola tinggi ini merupakan filosofi yang berusaha menjaga penguasaan bola secara cepat yang dikombinasikan dengan umpan-umpan pendek. Saat kehilangan bola, tim langsung melakukan pressing tingkat tinggi terhadap lawan agar bisa mendapatkan penguasaan bola kembali.
Tujuan dari filosofi ini tentu untuk membuat lawan yang terpancing ke beberapa area lapangan untuk mengejar bola akan mengalami keletihan, sehingga melemahkan stamina. Situasi inilah yang membuka kesempatan untuk membombardir barisan pertahanan lawan lalu mencetak gol.
2. Total Football
Total Football
Rinus Michels, pelopor filosofi Total Football, datang dengan gaya sepakbola klasik ini pada medio 1970-an. Strateginya membuat tim nasional Belanda dan Ajax Amsterdam mengklaim sebuah hegemoni di Eropa dengan menerapkan filosofi total football.
Total football adalah gaya bermain menyerang yang tidak terlalu mementingkan setiap posisi pemain. Setiap pemain memiliki kebebasan untuk berkeliaran di mana saja selama berada di atas lapangan dan berusaha mencari peluang. Dalam strategi ini, setiap pemain pula memiliki daya kreasi dan jelajah yang tinggi untuk menyerang.
Filosofi ini mulai populer saat diterapkan oleh timnas Belanda di Piala Dunia 1974. Namun, kini filosofi ini sudah jarang diterapkan dalam era sepakbola modern.
3. Counter Attacking Football
Counter Attacking Football
Strategi Counter Attacking Football merupakan varian lain dari filosofi gaya bermain menyerang. Strategi ini tentu berbeda dengan strategi Attacking Football dan strategi penguasaan bola.
Dalam penerapannya, strategi ini memerlukan sejumlah elemen penting seperti kecepatan, kelincahan dan stamina guna mendukung berjalannya strategi.
Saat bermain, tim yang menerapkan strategi ini berusaha membuat pemain lawan terseret keluar dari posisi sebenarnya. Lalu, ketika terdapat ruang kosong akibat ditinggalkan pemain lawan, tim pengusung langsung merangsek menyerang ke area pertahanan lawan dengan tempo yang tinggi.
Tim seperti Real Madrid, Borussia Dortmund dan Tottenham Hotspur merupakan sejumlah tim yang menerapkan strategi counter attack ini.
4. Attacking Football
Attacking Football
Seperti namanya, gaya bermain ini benar-benar cenderung fokus ke arah serangan yang menjadi prioritas tinggi. Gaya bermain sepakbola ini menempatkan pada kinerja individu bukan kerja tim seperti pada filosofi ­tiki-taka.
Strategi ini juga mengharuskan barisan depan memiliki kualitas baik dengan didukung lini pertahanan dan tengah untuk menjelajah lebih jauh luasnya area lapangan. Kedua fullback juga turut memiliki naluri menyerang yang agresif untuk mendukung strategi ini.
5. Parking Bus
Parking Bus
Kontras dengan sejumlah gaya bermain sepakbola populer di era modern, strategi parkir bus benar-benar merupakan pendekatan yang berbeda karena lebih banyak terfokus pada area pertahanan dari pada lini serang.
Skema bertahan yang kuat dan kokoh berupaya membuat pemain lawan frustasi. Tim yang biasa menerapkan strategi ini pada dasarnya ingin menghindari gawang mereka kebobolan oleh gol lawan dan tetap tak peduli dengan ganasnya serangan lawan. Tim yang mengusung strategi parkir bus kerap menumpuk 9 hingga 10 pemain di area kotak penalti untuk menutupi gawang.
Chelsea, AS Roma, Feyenoord adalah beberapa tim yang menerapkan strategi parkir bus ini.

Sekian update informasi kali ini seputar Filosofi Bermain Bola. Semoga bermanfaat dan dapat anda contoh dan terapkan pada klub anda. Salam.

0 comments:

Post a Comment