Filosofi Cinta, Pernikahan, Kehidupan, Kebahagiaan dan Perselingkuhan

Filosofi Cinta, Pernikahan, Kebahagiaan, Perselingkuhan dan Kehidupan

Thefilosofi.blogspot.com - Berikut filsafat dan arti hal-hal yang sering dialami setia manusia menurut percakapan Socrates, seorang filsuf terkenal dari Athena, Yunani:


Socrates and Plato
Cinta
Suatu hari, Plato bertanya kepada Socrates apa itu cinta
Socrates : Pergilah pergilah ke ladang, petik dan bawalah setangkai gandung yang balik besar dan paling baik, tapi ingat satu hal setelah kamu lewati kamu tidak boleh kembali dan kesempatanmu hanya sekali.
Plato melalukan apa yang diminta, tetapi dia kembali dengan tangan kosong.
Socrates bertanya kenapa kembali dengan tangan kosong.
Plato : Aku melihat beberapa gandum yang besar dan baik saat melewati ladang, tetapi Aku berpikir mungkin ada yang lebih besar dan lebih baik dari yang ini, jadi Aku melewatinya, tetapi Aku tidak menemukan yang lebih baik daripada yang Aku temui di awal, akhirnya Aku tidak membawa satupun.
Socrates menjawab itulah Cinta.
Hakikat Cinta, yaitu manakala engkau belum puas dan menemukannya, maka kau akan terus mencari dan mencari, melihat sesuatu dan membandingkannya dengan yang lain, sehingga kehampaan yang kau dapatkan." 

Pernikahan
Di hari yang lain, Plato bertanya kepada Socrates apa itu pernikahan
Socrates : Pergilah ke hutan, potong dan bawalah pohon yang paling tebal dan paling kuat, tapi ingat satu hal setelah kamu lewati kamu tidak boleh kembali dan kesempatanmu hanya sekali.
Plato pergi melakukan apa yang diminta, tapi dia tidak membawa pohon yang tinggi dan kuat hanya bagus.
Socrates bertanya alasannya.
Plato : Aku melihat beberapa pohon yang bagus dalam perjalanan di hutan, tapi kali ini Sata belajar dari kasus gandum, jadi Aku memilih yang pohon ini. Karena jika tidak, Aku takut kembali dengan tangan kosong lagi, kurasa ini adalah pohon terbaik yang Aku lihat.
Socrates berkata itulah arti pernikahan.

Hakikat Perkawinan”, di mana engkau berani memutuskan memilih yang baik menurut pandanganmu dan walaupun engkau tahu bahwa itu bukanlah yang terbaik, di sinilah engkau menentukan sikap dalam memilih, di mana perkawinan adalah pengambilan keputusan yang berani, penyatuan dua hati, penyatuan dua karakter yang berbeda di mana dua insan ini harus dan berani berbagi serta menyatukan dua pandangan menjadi satu dalam menerima kekurangan dan kelebihan pasangannya.

Kebahagiaan
Sekali lagi Plato bertanya kepada Socrates apa itu kebahagiaan.
Socrates : Pergilah melewati ladang, petiklah bunga yang paling cantik, tapi ingat satu hal setelah kamu lewati kamu tidak boleh kembali dan kesempatanmu hanya sekali.
Plato pergi melakukan apa yang diminta, dia kembali membawa bunga yang cukup cantik.
Socrates bertanya apakah ini bunga yang paling cantik.
Plato : Aku melihat bunga ini, memetiknya dan berpikir ini adalah bunga yang paling cantik, dalam perjalanan di ladang Aku melihat banyak bunga yang cantik, Aku tetap percaya bunga yang Aku petik adalah yang paling cantik, kemudian Aku membawanya kembali.
Kemudian Socrates berkata itulah kebahagian.
Selingkuh
Sekali lagi Plato bertanya kepada gurunya Socrates apa itu selingkuh
Socrates meminta Plato pergi ke hutan lagi, dan kembali dengan bunga yang paling cantik.
Plato pergi dengan percaya diri, dan 2 jam kemudian dia kembali membawa bunga berwarna cerah yang agak layu.
Socrates bertanya apakah ini bunga yang paling cantik.
Plato Menjawab: Selama 2 jamAku mencari bunga yang paling cantik dan menemukan ini, tapi dalam perjalanan pulang bunga yang Aku petik layu.
Kemudian Socrates berkata itulah perselingkuhan
 
Kehidupan
Di hari lain Plato bertanya kepada gurunya Socrates apa arti kehidupan
Socrates memintanya ke hutan, dia harus kembali dan membawa bunga yang paling cantik
Plato belajar dari pengalamannya yang terakhir, dan pergi dengan penuh keyakinan
Tiga hari berlalu, Plato belum kembali.
Socrates berjalan ke hutan mencari Plato dan akhirnya berhasil menemukannya berkemah disana.Socrates bertanya apakah dia sudah mememukan bunga yang paling cantik.
Plato menunjuk bunga di sebelahnya dan mengatakan itu adalah bunga yang paling cantik.
Socrates bertanya kenapa dia tidak membawanya pulang
Plato mejawab : Jika Aku melakukannya, bunga itu akan layu. Meskipun tidak kupetik bunga itu cepat atau lambat akan layu juga. Jadi Aku berada di dekatnya waktu bunga itu sedang mekar, dan pada saat bunga itu mati Aku akan menemukan bunga yang lain; itu adalah bunga kedua yang Aku temukan disini.
Kali ini, Socrates mengatakan kepadanya sekarang kamu sudah mengetahui kebenaran hidup.
 Filosofi Cinta, Pernikahan, Kebahagiaan, Perselingkuhan dan Kehidupan
Note: Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih. Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan... tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur. Terimalah cinta apa adanya.

Perkawinan adalah kelanjutan dari Cinta. Adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kamu mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya, Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka sia2lah waktumu dalam mendapatkan perkawinan itu, karena, sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya.
Jika kita memang sudah mencintai seseorang dan memiliki keinginan untuk melangkah ke jenjang berikutnya..sebaiknya kita yakin bahwa pilihan kita tepat...dan kita tidak akan berpikir lagi untuk mencari seseorang yang lebih baik dari pasangan kita..Kesetiaan dan konsistensi pada pasangan sangat diperlukan dalam pernikahan...selain itu dengan hanya berpikir pasangan kita adalah yang terbaik..kita akan semakin sayang dan cinta kepada pasangan kita..

Sekian update info kali ini seputar Filosofi Makna Cinta, Pernikahan, Kebahagiaan, Perselingkuhan dan Kehidupan. Semoga bermanfaat buat sobat semua. Salam hangat dari admin. :)

5 comments: