Filosofi Spiritual Pandawa Lima dalam Tubuh Manusia


Filosofi Spiritual Pandawa Lima dalam Tubuh Manusia
 
Thefilosofi.blogspot.com - Kali ini admin akan mempersembahkan info sebagai pengetahuan untuk mengenal supranatural dari segi science. Isi dari postingan ini merupakan hasil praktek, pengalaman serta pengumpulan data dan kajian ilmiah dari para scientist di MASAGI Fraternity.


Kami mengundang anda untuk berpendapat, berdiskusi dan memberikan kritik secara sopan dan cerdas. Selamat membaca, memahami dan berdiskusi. Terimakasih atas perhatiannya.

Filosofi Pandawa Lima
Pernahkah mendengar nama Pendawa Lima dalam cerita pewayangan? Sesuai dengan namanya, maka sosok Pendawa juga berjumlah 5 orang. Mereka adalah Yudhistira, Bima/Werkudara, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Bagi para pelaku spiritual, umumnya sudah mengetahui adanya jagad ageng (alam semesta) dan jagad alit (yang ada dalam tubuh manusia). Bahkan bagi pelaku spiritual juga sudah memahami bahwa dalam jagad alit tersebut juga terdapat jagad ageng. Biasanya pengenalan itu berlanjut dengan menggulung jagad ageng ke dalam jagad alit.

Berkaitan dengan menggulung jagad ageng ke dalam jagad alit, maka para pelaku spiritual juga akan memahami bahwa sosok-sosok pendawa lima yang disebutkan di atas juga terdapat dalam tubuh kita. Bisa juga diartikan bahwa Pendawa lima merupakan simbol yang diberikan GUSTI ALLAH pada manusia. Bahkan setiap manusia memiliki Pendawa Lima di dalam tubuh mereka masing-masing. Dimanakah posisi sosok-sosok Pandawa Lima itu dalam tubuh manusia?

Yudhistira
 Yudhistira
Yudhistira - sebagai pemimpin Pandawa - adalah merupakan simbol dari OTAK manusia. Dapat diartikan bahwa manusia itu dipimpin oleh otaknya. Jika ingin hidup tenang dan mulia maka pergunakanlah otak kita untuk berpikir dan mencapai derajad ketenangan dalam hidup.
Yudhistira, diumpamakan sebagai otak karena sebagai Pandawa, Yudhistira merupakan penjelmaan dewa Yama yang bijaksana, mempunyai sifat moral tinggi, suka memaafkan dan mengampuni musuh yang sudah menyerah. Filosofinya : jika manusia ingin mulia dalam hidup, agar mempergunakan otak secara bijaksana dan tidak mengumbar ambisi dalam meraihnya, tetapi gunakan strategi untuk mencapai kemuliaan hidup didunia.

Bima
Bima
Bima/Werkudara - sosok kedua Pandawa - adalah sosok yang tinggi besar dan penuh keberanian. Sosok Bima tersebut merupakan simbol dari MATA manusia. Apabila seseorang memandang orang lain dengan tajam, maka ia akan tampak lebih berani menghadapi kehidupan ini. Siapa orang yang nggak merasa takut jika kita dipelototi oleh orang lain?Quote:Bima/Sena/Werkudara, diumpamakan sebagai mata karena Bima merupakan penjelmaan dewa Bayu, sehingga disebut Bayusutha.
Diantara saudaranya, Bima memiliki tubuh tinggi dan berwajah paling sangar dari saudara2nya yang lain. Namun, ia memiliki hati yang sangat mulia.
Filosofinya : salah satu yang membuat manusia ditakuti adalah mata. (misalnya sedang marah dan melotot, maka orang akan ketakutan melihat sorot matanya). Sehinga gunakanlah mata anda dengan bijaksana.

Arjuna
 Arjuna
Arjuna - Sosok Arjuna juga dikenal sebagai sosok penengah Pandawa. Dimana lokasi Arjuna dalam tubuh manusia? Arjuna dikenal sangat gemar untuk bertapa, menyendiri, bersamadhi. Ia senantiasa rajin untuk mengheningkan ciptanya di hutan-hutan belantara. Nah, sosok Arjuna tersebut juga ada dalam diri tepatnya di HATI KECIL setiap manusia atau yang umum disebut hati nurani. Manusia diharapkan untuk senantiasa mendengarkan hati kecilnya guna memahami kebenaran dalam hidup ini. Hati kecil manusia tidak pernah berbohong. Ia akan senantiasa mengatakan sejujurnya seperti perilaku Arjuna.Arjuna/Janaka, diibaratkan sebagai hati nurani karena Arjuna merupakan penjelmaan dewa Indra/dewa perang.
Sifat utamanya adalah sering bertapa, tidak pernah berbohong dan senang mendekatkan diri pada Gusti Allah.
Filosofinya: manusia yang ingin 'lurus', harus mendengarkan hati nuraninya, yang otomatis membuat kita semakin dekat dengan Gusti Allah.

Nakula dan Sadewa
 Nakula dan Sadewa
Nakula dan Sadewa - adalah sosok Pandawa yang kembar. Hal itu adalah merupakan simbol dari kembarnya BUAH ZAKAR (pelir) manusia laki-laki dan INDUNG TELUR bagi perempuan. Tanpa adanya buah zakar maka manusia tidak akan pernah bisa membuahi pasangannya guna memiliki keturunan. Buah Zakar sangat penting untuk menyebarkan benih-benih keturunan manusia.
Nakula dan Sadewa: diibaratkan sebagai kemaluan karena Keduanya merupakan penjelmaan dewa Aswin (dewa pengobatan), yang mempunyai sifat bijaksana dan senang melayani. Filosofinya: manusia sejatinya bijaksana menggunakan kelaminnya dan mempunyai kesetiaan untuk melayani pasangan hidupnya.

Timbul pertanyaan, jika sosok-sosok Pandawa Lima dapat disimbolkan dalam tubuh manusia, bagaimana dengan sosok Kurawa?

Seperti diketahui Kurawa adalah berjumlah 100 orang. Sosok Kurawa tersebut dikenal sebagai sosok yang bersifat negatif. Mereka suka menghasut, menimbulkan kebencian, menciptakan rasa iri dan dengki dan lain-lain yang memiliki sifat negatif. Dimanakah sosok-sosok Kurawa tersebut dalam tubuh manusia? Sosok Kurawa itu berada dalam HATI BESAR manusia. Hati besar manusia senantiasa dipenuhi dengan sifat-sifat negatif dan hawa nafsu yang senantiasa membuat kerusakan.

Nah, dari keterangan di atas dapat diambil kesimpulan, bagaimana manusia bisa menonjol sifat-sifat negatif dalam diri mereka, karena HATI KECIL sebagai tempat Arjuna harus berperang melawan HATI BESAR sebagai tempat Kurawa. Oleh karena itu, manusia kebanyakan lebih suka mendengarkan hati besarnya saja karena hati kecil hanya ada satu orang yaitu Arjuna yang harus menghadapi sosok 100 orang Kurawa.

Sumber Artikel: http://www.kaskus.co.id

Terimakasih sudah membaca. Silahkan dipahami makna yang tersirat dalam tulisan yang tersurat ini. Sekian update informasi kali ini seputar Makna Filosofi Pandawa Lima. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda semua. Salam.

2 comments: