Kumpulan Puisi Filosofi tentang Hujan Terbaru 2014

Kumpulan Puisi Filosofi tentang Hujan Terbaru 2014

Thefilosofi.blogspot.com - HUJAN - Rainfall, bagi sebagian orang adalah peristiwa alam yang ditunggu-tunggu. Airnya yang berlimpah, dinginnya yang menyejukkan, dan kesegarannya yang menyenangkan, membawa kita pada suasana yang benar-benar berbeda. Berbeda saat kita terasa panas dan merindukan kesejukkan yang menyegarkan. Puisi, untaian ekpresi hati untuk menyentuh sisi humanistik, memotivasi dengan rangkaian kata-kata yang nantinya tersimpan dalam kotak kehangatan hidup di masa depan. Dalam puisi, kau tinggal menyentuhnya kembali dan menghidupkannya dalam melodi hatimu. 


Berikut admin sajikan beberapa contoh puisi dengan tema dan judul filosofi hujan


Filosofi Hujan Untukku 
Aku tidak bisa mengungkapkan apapun dalam hatiku.
Dan itu juga bukanlah sesuatu yang di buat-buat.
Secara tidak di sengaja nafasku merasakan embun.
Hingga aku bisa memikirkan kenyataan yang tak termuat dalam logika.

Jika semua orang bilang awan begitu cepat berlalu.
Ia akan pindah dari satu tempat ke tempat lain secepat kamu meninggalkan aku.
Aku akan tetap menunggu awan untuk meneteskan hujan dan menangis bersama.
Lalu aku berlari, berlari , dan berlari seterusnya untuk merasakan
sejauh mana hujan yang kamu berikan.

Suatu hari , aku belajar menjadi matahari yang memberi senyuman.
Kicauan burung terdengar di pagi hari dalam setiap detiknya.
Namun selalu ada yang harus ku terima saat aku melihat diriku di kaca.
Aku tidak bisa membahagiakan orang lain dalam diri yang kosong.

Apa yang harus ku lakukan?
Aku mampu merasakan bayanganmu memapahku untuk melangkah.
Aku begitu sedih hingga tak bisa memanggil namamu .
Aku masih berharap bisa mengejar setiap pijakan kata terlambat yang mustahil.

Aku menanamkan dalam diriku, " itu bukan kamu, bukan kamu".
Aku menutup mata atas semua kebahagiaanmu.
Aku ingin sekali menyingkirkan orang yang membuatmu terlihat buruk, yaitu aku.
Itu bukan kamu, yang aku dengar tertawa di atas bodohku, ya kan?

Aku percaya padamu dan membenci cinta.
Di setiap langkahku dalam hidup, selalu ada jiwa yang menunggumu.
Aku sepi dan takut melihat hujan yang turun nanti.
Mungkinkah kamu datang membawakan payung untukku?

by : Deer Han Choding (http://deerhanchoding.blogspot.com)

*******

Filosofi Hujan

Dan hujan pun menghentikan
Dalam kerumunan cara berfikir
Dalam setiap mulut yang berkata
Di saat semua rasa dalam kebimbimbangan
Sungguh sebuah kesedihan yang mendalam
Ketika mulut teralalu cepat membuka
Lidah yang begitu cepat menukik-nukik dalam
Derasnya air ludah
Dan tanpa memaknai dengan jiwa

Hujan pun semakin deras
Kebimbangan semakin menderu jiwa
Namun, dalam hati yang menyendiri,
Tentu merasa
Ke-akuan ini telah membawa kabut,
Menutup mata,
Hingga tak terlihat senyum indah,
Orang-orang yang menengadah
Hujan datang.
Yang terlihat hanya,
Seonggokan orang-orang yang mencela
Hujan datang.

Mungkin, hujan akan berhenti
Secepat Tuhan menghentikan nafas dalam tenggorokkan
Sesakit radang, dalam kerongkongan
Tapi lambungmu masih terus berdoa
Berharap hujan masih sampai di dasarnya
Dan usus-ususmu pun masih menangis
Karena hujan tak kunjung turun
Air-air kental tak kunjung datang

Dan apakah engkau ingin hujan segera reda?
Dengarkan bisikan lambungmu.
Dengarkan tangisan ususmu.
by: Okky Rizki Rohayat (http://www.galeri-puisi.com)

*******

Filosofi Hujan

Filosofi hujan………
Beginilah hujan,
Selalu saja membawa aroma dandelion
Yang diterpa angin senja

Beginilah hujan,
Selalu saja mengurai ingatan
Tentang setangkai rumput
Yang warna coklatnya tak menghangatkan

Beginilah hujan.
Selalu saja menyulam pikiran
Yang tak disengaja
Tentang sesuatu yang sengaja terlupa.

by::adanti ...

Sekian update informasi kali ini seputar Puisi Filosofi Hujan. Semoga bermanfaat dan dapat menginspirasi anda semua. Salam.

0 comments:

Post a Comment